PANGGIL AKU MUKHTAR

Februari 15, 2010 at 10:13 pm 2 komentar

Pemuda korban PHK itu bernama Mukhtar. Dengan tingkat pendidikan SMU, tak ada keahlian yang unik, yang bisa diandalkannya untuk memasuki pasar lapangan kerja yang sedang gunjang-ganjing. Pabrik yang dulu mempekerjakannya, malah tidak melihat ijazah SMU-nya. Yang dilihatnya hanya otot kekar dan tampilan tubuh yang mengesankan ia orang yang sehat secara badani. Dan kini badan sehatnya pun tidak bisa diandalkannya.

Puluhan pabrik sudah didatanginya. Tapi lebih dari separuhnya memasang pengumuman garang di gerbangnya: “Tidak ada lowongan”. Sisanya sebagian hanya menerima pekerja perempuan, dan lainnya mempersilakan untuk membuat lamaran kerja. Dari sedikit lamaran kerja yang telah dimasukkannya, tak satu pun yang memberi tanggapan. Tapi itu pun masih dipandangnya sebagai kenyataan bagus, karena tidak satu pun yang secara terang-terangan menolak lamaran kerjanya.

Hampir tiga bulan dilaluinya. Tabungannya kian menipis. Itu isyarat tanda bahaya, yang memaksanya untuk melakukukan inventarisasi potensi diri yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk berkarya. Hasilnya: Mukhtar hanya bisa menjahit. Itu saja!

Tapi penemuannya itu telah membawa perubahan besar dalam dirinya. Ia lantas bertekad untuk memanfaatkan keahliannya, yang selama ini tidak pernah diasahnya.

Perenungan panjang menghasilkan gagasan luar biasa gila. “Aku akan bikin jaket buat pengendara motor dari kain bekas,” katanya suatu hari. Dan Tuhan pun ikut membantu, karena kemudian ia dapatkan bagaimana cara memperoleh kain bekas dari sebuah pabrik.

Maka bisnis pun dimulai: bikin jaket seharga 75 ribu. Biar keren, dibubuhkannya merek “Banstar” pada produknya. Untuk memulainya, ia hanya mampu menyewa sebuah mesin jahit merek “Juki”.

Jaket bikinannya ternyata laku keras. Itu tidak pernah terbayangkannya. Ia kini mulai memilikirkan untuk mempekerjakan seorang penjahit. Sedangkan Mukhtar berkonsentrasi pada kegiatan merancang, memotong kain, dan memasarkan. Tapi permintaan pun tidak terbendung. Lambat-laut bisnisnya telah berkembang menjadi sebuah “industri rumah tangga”.

Kini kesulitan-baru pun muncul. Bahan baku tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan yang menggila. Mukhtar pun mengambil langkah-kanan lainnya. Kini tidak lagi hanya menggunakan kain sisa, melainkan ia gunakan kain baru. Implikasinya, ia tidak bisa jual dengan harga 75 ribu. Tapi itu justru dijadikan kesempatan. Ia lakukan diversifikasi produk. Jaket Banstar tampil dengan berbagai model, variasi harga pun menyebar dari 75 sampai 250 ribu rupiah.

Bisnis Mukhtar pun sudah memasuki era modern. Dikelola dengan manajemen modern. Dan permintaan pun bukan hanya datang dari Bekasi dan sekitarnya, tapi sudah meluas sampai ke luar Jawa. Bahkan ada permintaan dari luar negeri. Ia kini telah jadi eksportir!

Ketika semua industri berbasis kain meradang, tak punya nyali untuk menghadapi perdagangan bebas (AFCTA); ia dengan santai bertutur: “Saya tidak takut dengan membanjirnya produk dari Cina, karena produk saya jauh lebih bagus. Dan saya percaya, saya masih punya pasar yang setia untuk membeli produk saya!”

Suara itu begitu menggelegar. Berbeda dengan suara gemetar dari para pelaku industri “gedean”. Meski ia selalu bicara santun dan lirih, tapi tekad dan kepercayaan dirinya membahanakan keyakinan: “Panggil aku Mukhtar!” [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Inspirasi, Opini. Tags: , , , , , , , .

ROBOHNYA MODAL SOSIAL NIKAH SIRI

2 Komentar Add your own

  • 1. Hanry Marifatulloh  |  Januari 15, 2011 pukul 7:18 am

    Banstar kini telah membuka kerja sama dengan http://pesanjaket.com
    langkah tersebut sebagai inovasi dalam bisnisnya di taun 2011.

    eh bang.. izin repost yaa blognya boleh kannn?? buat di webnya biar keren ada tulisan abang..😀

    Balas
    • 2. Djuhendi Tadjudin  |  Januari 15, 2011 pukul 1:07 pm

      Sukses ya Mas. Silakan repost, tulisan mana pun. Sekali lagi, sukses ya!

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Sep   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: