BUAH DURIAN

Mei 16, 2009 at 10:53 pm 2 komentar

Buah durian itu buah-buahan tropika. Di Asia, durian itu buah elit. Karena itu, pemerintah Thailand bersedia membelanjakan dananya untuk serangkaian penelitian agar diperoleh buah varietas durian bermutu. Maka muncul durian monthong, yang amat dikenal di Indonesia, dan harganya bisa dua-tiga kali lebih mahal dibanding dengan durian lokal.

Namun orang bule ternyata punya selera yang bertolak belakang dengan selera Asia. Buah durian yang kita bilang amat harum menantang, bagi orang bule justru berbau busuk, mirip bau ikan busuk. Orang Asia bilang durian itu amat lezat, orang bule akan merasa disiksa jika disuruh makan buah durian..

Bagaimana buah durian diposisikan (kepada orang bule)? Indonesia dan Thailand punya sikap yang berbeda.

Indonesia menganggap, tamu (wisawatan bule) itu sebagai raja. Segala titahnya harus dipenuhi, dan segala seleranya harus dicukupi. Bangsa ini hanya menjadi bedinde bagi wisatawan bule.

Karena para bule itu pada umumnya tidak suka durian, maka buah durian, dengan segala cara dijauhkan dari hidung dan mata bule. Hotel-hotel berbintang melarang para tamunya untuk membawa buah durian ke dalam kamar. Pada beberapa hotel berbintang dua ke bawah, malah kerap memasang pengumuman itu pada selembar kertas ber-laminating.

Anehnya, di luar sana, buah durian bertebaran, yang lokal maupun impor. Dan diburu konsumen. Rupanya bangsa ini benar-benar merajakan buah durian. Karena itu, bangsa ini menyebut malam pertama bagi sepasang pengantin, sebagai “malam buka durian.” Maksudnya, barangkali, menggambarkan sebuah malam dengan potensi kenikmatan tertinggi.

Thailand menyikapinya dengan cara menghormati wisatawan bule, tanpa harus mem-bedinde-kan dirinya. Hotel-hotel berbintang lima pun menawarkan jasa, “bagaimana membawa dan mengkonsumsi durian di dalam kamar”. Hotel Shakumvit, yang amat bergengsi itu pun, dengan ramah menyedikan petunjuk: “Hubungi front officer jika Anda ingin mengkonsumsi durian di dalam kamar.”

Bahkan hotel-hotel itu bisa menyajikan event khusus bagi wisatawan. Acara itu dikemas sebagai “sekali dalam hidup Anda.” Event itu diselenggarakan di sudut hotel yang asri, kadang berupa pesta kebun. Di sana disediakan ice cream, salah satu di antaranya dengan rasa durian. Kemudian di sudut kebun, ada gerai durian segar. Ada tumpukan buah durian, mungkin sekitar sepuluh butir. Di meja ada buah durian yang telah dibelah. Dan di dalam container yang bersih, tersimpan buah-buah durian montong yang telah dikupas.

Di setiap meja tamu, ada tulisan kecil: “Pesan satu lagu kesayangan Anda, untuk keberanian Anda mencicipi sebutir durian segar.” Ajaibnya, ternyata lagu-lagu mengalir by request. Artinya, banyak wisatawan durian yang berani mencoba tantangan makan durian.

Para tamu riang gembira. “Menantang!” kata seorang tamu. “Awalnya mengerikan, tapi percayalah, saya mengerti kenapa orang Asia suka durian,” kata tamu lainnya. Ada juga yang bilang, “tidak lagi, tidak akan coba lagi.” Namun intinya, ada sebuah dialog. Ada sebuah jembatan budaya, antara bangsa yang suka durian dengan bangsa yang nyaris phobi durian.

Tapi bagi saya, buah durian juga bisa menunjukkan bagaimana sebuah bangsa berbudaya. Bagaimana sebuah bangsa menghargai dirinya sendiri. [Djuhendi Tadjudin].

Entry filed under: Opini, Perubahan. Tags: , , , , , , .

SYUKUR GOOD TRANSPORTATION GOVERNANCE

2 Komentar Add your own

  • 1. wahyu am  |  Mei 16, 2009 pukul 11:03 pm

    indonesia sama thailand memang beda🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: