TERI MEDAN

Mei 23, 2009 at 12:55 pm Tinggalkan komentar

Medan, 23 Mei 2009. Fasilitasi Kemitraan Usaha Antara Nelayan Pengolah Ikan Teri Dengan Pengolah Perikanan di Wilayah Sumatera Utara. Direktorat Usaha dan Investasi, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Acara ini bertujuan untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan membesarkan secara berkelanjutan.

Mathius Bangun, mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, menginformasikan bahwa klaster teri sudah masuk dalam prioritas pembinaan sektor kelautan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mencanangkan “Agro-marin-politan”, yang di dalamnya tercakup klaster teri, kerapu, dan rumput laut.

Victor Nikijuluw menceritakan, tahun 1989 pernah makan di sebuah warung di belakang hotel besar di Orchard Road, Singapura. Warung itu mem-branding warungnya sebagai “Warung Nasi Teri”. Terinya mereka impor dari Medan. Jadi, teri Medan itu sungguh merupakan komoditi yang sudah punya nama.

Dalam krisis ekonomi sekarang ini, mengutip data Bank Indonesia, ada tiga negara Asia yang memiliki pertumbuhan positif (Cina, India, Indonesia) dan satu dengan pertumbuhan nol (Filipina); selebihnya memiliki pertumbuhan negatif. Karena itu, ekspor teri pada masa-masa sulit ini hendaknya diarahkan ke Cina dan India.

Indonesia bisa bertahan terhadap guncangan ekonomi itu, karena perekonomian kita banyak ditopang oleh UMKM. Bahkan banyak di antaranya yang berskala gurem. Dan sektor makanan dan minuman (UMKM) memberikan sumbangan terhadap daya tahan ekonomi negara ini.

Direktur Standarisasi dan Akreditasi (Nazory Djazuli) menjelaskan soal mutu ikan teri untuk pangsa pasar ekspor. “Kita mengekspor karena ingin peroleh nilai tambah yang lebih besar,” katanya. Nilai tambah itu sesungguhnya merupakan kombinasi komplementer antara peningkatan mutu produk, pembangunan jaringan, dan selera konsumen.

“Sifat komplementer itu ibarat pulpen dengan tutupnya. Tak ada orang yang senang diberi pulpen tanpa tutup, apalagi hanya diberi tutupnya saja,” katanya. “Tapi kalau diberi pulpen dengan tutupnya, maka orang akan senang.” “Nilai yang dihasilkan oleh menyatunya pulpen dengan tutupnya itulah yang disebut nilai tambah.”

Mutu dan jaminan mutu harus tersedia. Karena itu, setiap pelaku harus menjalankan proses pengolahannya secara bersih dan sehat. Dalam setiap daur pengolahannya harus menghindari kontaminasi kotoran dan bibit penyakit.

Dialog kemitraan bisnis itu melibatkan sekitar 40 nelayan pukat teri di tujuh kabupaten (pantai timur) dan dua kota di Sumatera Utara. Mereka berdialog dengan PT Agro Marin Selaras (eksportir teri). Separuh nelayan yang hadir sudah menjadi mitra eksportir itu, dan separuh lainnya diharapkan bisa memperoleh layanan jaminan pembelian produk teri oleh perusahaan itu.

Bisnis ikan teri, sejak penangkapan sampai dengan perniagaannya, merupakan bisnis padat modal. Karena itu, untuk menopang proses-bisnis yang ideal (pembelian teri secara tunai kepada seluruh nelayan), dibutuhkan modal yang sangat besar.

Karena itu, forum mengusulkan agar hasil pertemuan ini bisa ditindak-lanjuti dengan pertemuan berikutnya. Pembahasan difokuskan pada soal permodalan. Untuk itu diperlukan libatan pihak perbankan. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: ACARA, Inspirasi. Tags: , , , , , , , .

BANGKITLAH JIWA LUHUR NEGERI TEROR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: