KESEIMBANGAN DI MALANG

April 27, 2009 at 9:51 am Tinggalkan komentar

Petani apel di Malang, sesungguhnya punya keahlian industri pengolahan. Ketika itu, para petani punya empat kelas mutu apel: A, B, C, dan D. Kelas A dan B yang punya ukuran besar. Sedangkan kelas C dan D berukuran kecil.

Dahulu, semua kelas mutu bisa dijual di pasaran. Kini, hanya mutu A dan B saja yang bisa dijual segar. Itu pun hanya masuk ke pasar Indonesia Timur.

Di luar kelas itu, ada apel ‘bagus’ yang tidak lolos mutu, yaitu apel yang sudah kelewat matang. Apel-apel seperti itulah yang kerap diberikan kepada para tamu yang datang ke kota Batu: Apel besar, yang matang di pohon.

Jika tidak diberikan sebagai bingkisan ada juga penduduk yang mengolahnya menjadi sirop ataupun dodol. Ketika itu, sirop dan dodol itu hanya dibuatnya untuk konsumsi sendiri.

Tatkala Kusuma Agro membuka arena wisata agro dan memasarkan produk-produk olahan apel (sirip, keripik, dan dodol), maka kecemburuan masyarakat pun membuncah. “Industri telah merampas tradisi masyarakat,” begitu katanya.

Periode ‘caci-maki’ itu hanya berlangsung selama tidak lebih dari tiga tahun. Selanjutnya, masyarakat mulai menggeliat. Melakukan serangkaian trial and error. “Sama-sama makan nasinya, pasti kita juga bisa bikin semua itu,” kata masyarakat, khas watak Malang yang penuh dengan jiwa pemenang.

Dalam waktu yang tidak lama, masyarakat berhasil membuat dan memasarkan aneka produk olahan apel: sirop, dodol, maupun selai. Tekstur, rasa, dan tampilannya tidak kalah dengan produk industri seperti Kusuma Agro.

Komunitas juga membangun gerai-gerai oleh-oleh, yang siap memasarkan produk yang dihasilkan industri rumahan.

Maka timbul dinamika yang menarik. Pangsa pasar produk oleh-oleh, yang semula dikuasai oleh produk Kusuma Agro, kini diisi dengan beragam produk hasil industri rumahan. Varian produk berkembang pesat. Beragam dodol berkembang, bukan hanya dodol apel. Kripik buah berkembang sampai titik tak terbayangkan. Kini bisa dijumpai kripik rambutan, melon, dan semangka. Kripik tempe tampil aneka rasa. Bahkan muncul innovasi produk seperti  berbagai camilan terbuat dari waluh.

Kusuma Agro mungkin tinggal mengisi sekitar 20% produk oleh-oleh di Malang Raya. Namun, industri ini pun terus menggeliat. Sebagai industri ‘besar’, ia kembangkan produknya berbasis teknologi yang lebih tinggi dan kemampuan mengintersepsi pasar yang lebih global. Maka kini mereka berhasil membuat minuman sirup apel dengan kemasaran botol yang atraktif. Produk ini bisa bersanding dengan berbagai wine yang ada di pasaran global. Perusahaan ini konon sudah berhasil mengekspor produknya ke Korea.

Industri yang berbasis teknologi tepat guna dan berorientasi pasar lokal, digarap oleh komunitas dalam bentuk industri rumahan. Sementara industri ‘besar’ menggarap proses pengolahan yang berbasis teknologi lebih tinggi dan pasar lebih global.

Meski pada awalnya seolah terjadi proses ‘saling mempredasi’, namun pada akhirnya tercapai keseimbangan yang adil. Proses ini bisa digunakan acuan untuk membina sektor industri nasional.

Negara bukan hanya membela industri besar, yang kerap diposisikan secara tidak adil sebagai ‘lokomotif ekonomi nasional’. Sementara industri komunitas dibiarkan untuk menjadi pengikut.

Kelak, untuk produk sekelas kecap, tidak perlu lagi ditangani industri multi nasional. Jika diberi kesempatan yang bagus, komunitas bukan cuma bisa bikin kecap, tapi bisa juga bikin mobil. Mari belajar dari keseimbangan yang tercipta di Malang Raya. [Djuhendi Tadjudin].

Entry filed under: Inspirasi, Perubahan. Tags: , , , , .

TAK CUKUP HANYA JIWA PEMENANG PENEROPONG PELUANG DARI SENDANG BIRU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: