HAKEKAT BISNIS

April 21, 2009 at 9:19 am Tinggalkan komentar

Sungguh banyak caleg depresi. Dan sungguh akurat prediksi pengelola rumah sakit, yang jauh-jauh hari hari sudah menambah ruang inap VIP, untuk menampung caleg depresi.

Dari sisi bisnis dapat dikatakan: prediksi bisnis rumah sakit itu akurat. Sementara prediksi bisnis para caleg itu amat buruk.

Mencalonkan diri menjadi caleg itu sebuah bisnis investasi. Dengan demikian, harus memenuhi syarat-syarat berinvestasi.

Pertama, bisnis itu harus memiliki peluang keberhasilan yang amat tinggi, yaitu mendekati 100%. Jika sebuah bisnis memiliki peluang keberhasilan kurang dari 50%, maka amat jarang yang mau menjalaninya.

Berapa peluang kemenangan para caleg? Peluang Caleg DPRRI 5%, DPD 11.9%, dan DPRD Kabupaten (Kota) hanya 0.14%. Secara obyekif, mencalonkan diri untuk berkompetisi menjadi calon legislatif itu bukanlah sebuah bisnis menarik. Dengan peluang kemenangan yang begitu kecil, lebih dekat sebagai judi ketimbang sebuah bisnis.

Bayangkan Anda ikut judi dadu. Peluang kemenangan Anda adalah 1/6 (16.7%). Jika Anda pasang seribu rupiah, maka bandar akan menyediakan hadiah empat ribu rupiah. Jika ada 6 orang petaruh, masing-masing menempatkan taruhannya pada angka 1, 2, dan seterusnya sampai 6; pasti akan ada seorang pemenang. Bandar akan memperoleh 6 ribu, dan membayar pemenang 4 ribu rupiah. Artinya, secara obyektif, bandar akan selalu menang 6 ribu lawan kalah 4 ribu. Itulah sebabnya permainan dadu disebut sebagai judi.

Dibandingkan dengan judi dadu, maka peluang untuk menjadi anggota legislatif itu, jauh lebih rendah dibanding dengan judi dadu. Hanya untuk DPD saja yang mendekati peluang bermain dadu. Jadi, secara obyektif, menjadi caleg pada pemilu yang lalu lebih judi ketimbang judi dadu.

Namun setiap penjudi selalu mempunyai subjective probability. Yaitu, misal dalam permainan dadu, sebuah keyakinan akan munculnya angka tertentu.

Untuk menjadi caleg dalam pemilu kemarin, subjective probality itu dibangun dengan determinan yang amat rumit: lokasional, ikatan primordial, ikatan ideologis, sampai dengan politik iming-iming. Ini yang dimainkan, yang menjadik para caleg itu ‘agak lebih berharga’ dibanding dengan tukang judi dadu.

Kedua, bisnis yang baik harus dijalankan dengan ekuitas, dan bukan dengan pinjaman. Bank biasanya bersedia mendanai bisnis sebesar 65% dari nilai investasinya. Artinya, sang investor harus menyediakan ekuitas sebesar 35%. Untuk kredit yang 65% pun, kadangkala perlu diperkuat dengan agunan senilai 120% dari nilai kreditnya. Dan dengan demikian, kredit itu hanya bermakna mencairkan aset tetap menjadi aset tunai, yang hakekatnya berarti ekuitas pula.

Ketiga, proporsi ekuitas dengan kekayaan. Secara psikologi, seorang investor harus punya ekspektasi bahwa bisnisnya 100% akan berhasil. Itu yang mendorong mereka melepaskan modal. Tapi tak mungkin mereka pertaruhkan semua kekayaannya untuk berinvestasi dalam bisnis tertentu. Jika seseorang berinvestasi dengan nilai separuh dari kekayaannya, maka ia akan menghadapi resiko kekayaannya susut 50% jika investasinya gagal total. Kebayang jika yang dipertaruhkan adalah 100% harta kekayaannya.

Keempat, pebisnis harus memiliki nyali untuk menghadapi resiko terburuk. Pebisnis harus punya keberanian untuk menghadapi situasi gagal total. Siap menang, dan siap kalah; benar-benar harus menjadi milik pebisnis. Jika seseorang tidak siap menghadapi kekalahan, seyogyanya jangan pernah menjadi pebisnis.

Betapa banyak caleg gagal yang depresi. Dari sisi bisnis, kita patut bersyukur, bahwa mereka betul-betul gagal. Bayangkan, jika mereka menang, maka legislatif akan diisi dengan para ‘penjudi’ dan ‘petualang’.

Meski demikian, kita pun tak bisa bilang: Bahwa pemenangnya tidak punya tabiat seperti itu. Wallahua’lam. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Opini, Perubahan. Tags: , , , , , , , .

TERLALU KECIL UNTUK JADI BESAR MISTERI PEMILU ‘COUNT’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: