TEMU BISNIS WARUNG TENDA

April 9, 2009 at 10:18 am Tinggalkan komentar

Rabu 8 April, Bogor; 120 pelaku warung tenda pecel lele dan seafood sekota Bogor bertemu dan berdialog dengan pemasok ikan lele dan ikan-ikan laut.

“Bogor itu kota strategik. Karena produsen ikan lele dan penjualnya ada pada hamparan yang berdekatan,” kata Kepala Dinas Perikanan ketika membuka acara ini. “Pola ini akan dikembangkan di daerah lain, terutama daerah pantai utara Jawa Barat.

“Pedagang warung tenda itu memiliki omzet yang beragam, ada yang punya omzet harian 20 kg ikan lele, ada juga yang hanya 2 kg per hari,” kata Walikota Bogor. “Semuanya harus dibina agar dapat bertahan dan berkembang.”

Victor Nikijuluw, Direktur Usaha dan Investasi, Departemen Kelautan dan Perikanan mengajak masyarakat untuk membudayakan makan lele. “Lele sekarang sudah amat higienis, tak ada lagi lele yang dipelihara di air comberan. Lele budidaya sekarang ini dikasih makan dengan makanan yang harganya lebih mahal dari beras.”

Santoso, Ka Balai Besar Pengolahan Hasil Perikanan menambahkan bahwa lele punya kolesterol yang rendah. Kurang dari seperempat dari kolesterol daging. Kandungan Omega 3 lele juga tinggi. Lele juga mengandung zat-zat yang sebagian di antaranya juga bisa menekan pertumbuhan sel kanker.

“Saya setuju dengan soal higienis. Tapi hal itu tidak harus dicapai dengan penampilan warung yang berkesan mewah. Takut justru menjadi tidak laku,” kata Bambang, pengusaha perikanan.

“Pasar Gembrong dulu laku keras, tapi ketika dibangun bertingkat dua, justru jarang dikunjungi konsumen,” kata Pak Bambang. “Di Batam saja, orang-orang Singapura sudah banyak yang menjadi konsumen warung tenda.”

Temu bisnis itu mempertemukan para pedagang warung tenda dengan pemasok ikan segar (PT Carpio International dan PT Perikanan Nusantara) dan Asosiasi Supplier Produk Perikanan Indonesia. Temu bisnis itu mencapai kesepakatan-kesepatan penting, antara lain: Pertama, para pedagang warung tenda bersepakat untuk menjual ikan higienis, dan memperhatikan sanitasi lingkungan.

Kedua, para pemasok ikan dan pedagang ikan bersepakat untuk membangun kemitraan.

Ketiga, secara partisipatif para pedagang warung tenda mengusulkan untuk membentuk asosiasi, yang akan dirumuskan pada hari ini juga.

Keempat, para pedagang berikrar untuk mengembangkan produknya bukan hanya pecel lele, melainkan mencakup produk perikanan lainnya. Untuk itu mereka siap untuk mengikuti pelatihan-pelatihann teknis.

Kelima, para pedagang warung tenda akan mendukung usaha rakyat, antara lain ditandai dengan kesediaan untuk menjual produk olahan rumput laut yang diproduksi oleh seorang pengrajin industri rumahan.

Keenam, Dinas Perikanan (Kota maupun Kabupaten Bogor) dan/atau Departemen Kelautan dan Perikanan akan memfasilitasi usaha para pedagang warung tenda. [Djuhendi Tadjudin] 

Entry filed under: ACARA, Inspirasi. Tags: , , , , , , , .

MIMPI TUKANG TERASI MEMILIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: