MIMPI TUKANG TERASI

April 8, 2009 at 4:56 pm 2 komentar

Senin 6 April, Kunjungan Lapang Pemantauan Konsultan Klinik Bisnis di Nusa Tenggara Barat. 

Salah satu daerah binaan Konsultan adalah Desa Labuan Tereng, yang berpenduduk 115 KK. Ada tiga kelompok nelayan pembuat terasi di sana. Bahannya rupa-rupa. Ada yang memanfaatkan udang rebon, ada juga yang mengolah ikan rucah (ikan yang tidak punya nilai ekonomi).

Dari tiga kelompok binaan, muncul satu kelompok yang tampil lebih menonjol. Mereka berhasil menemukan, bahwa terasi terbaik itu dihasilkan dari komposisi yang pas antara udang rebon dengan jenis ikan lainnya. Bahan udang rebon, tentu saja, menghasilkan citarasa yang lebih sedap. Namun udang rebon berharga jauh lebih tinggi dibanding dengan ikan pada umumnya, apalagi ikan rucah.

Kelompok ini, yaitu kelompok nelayan Mekarsari, malah sudah mampu mempertahankan rasa dan tampilan fisik terasi yang stabil. Rasa udangnya amat terasa di lidah. Warna terasi mentahnya merah muda, dan jika sudah disangray menjadi merah kecoklatan. Aromanya pun menusuk sedap di hidung.

Konsultan mendorong terus kelompok ini. Mereka sudah berhasil membuat terasi dalam kemasan gelas (gelas yang biasa dipakai untuk mengemas selai stroberi) berkapasitas 100 gr. Gelas itu ditempeli stiker SUPER TERASI. Jika dipajang pada rak di supermarket, tampilannya tidak kalah bagus dibanding dengan produk sejenis yang didatangkan dari Jawa.

Berdasarkan “uji rasa”, terasi kelompok nelayan Mekarsari, lebih enak dibanding dengan terasi sejenis yang telah beredar di pasar. Tampilan fisiknya pun lebih menarik. Soal harga, jika terasi sejenis dijual dengan harga Rp 8,000/botol; kelompok nelayan berani menawarkan harga eceran Rp 6,000/botol di pasar lokal.

Memang, hari ini usaha mereka masih terkendala soal pengadaan botol. Setelah mereka menghubungi produsen botol di Jakarta, ternyata harus dipesan dengan jumlah amat besar untuk ukuran mereka, yaitu 5,000 unit botol. Itu berarti kelompok harus menanamkan uang sekitar 5.5 juta rupiah hanya untuk botol kemasan, belum termasuk untuk pengadaan mesin penutup botol dan sebagainya.

Namun demikian, kelompok ini sudah punya modal yang luar biasa untuk berkembang. Mereka punya kecakapan teknis dan pemasaran. Dan lebih dari segalanya, sudah punya impian.

Tidak usah terkejut, suatu ketika, produk mereka akan tiba di dapur Anda. Pertumbuhan kelompok ini akan menjadi lokomotif kelompok-kelompok lainnya. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: ACARA. Tags: , , , , , , .

DEMOKRASI MENURUT SOPIR TAKSI TEMU BISNIS WARUNG TENDA

2 Komentar Add your own

  • 1. wahyu am  |  Mei 20, 2009 pukul 12:51 pm

    nice post😀

    Balas
    • 2. Djuhendi Tadjudin  |  Mei 20, 2009 pukul 1:00 pm

      Trims….saya mimpi, merekalah yang akan ‘menantang’ industri di pasaran…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: