ALAM GUGAT

Maret 31, 2009 at 10:45 am Tinggalkan komentar

Adalah Norman Whitehead yang mula kali bilang: Alam semesta itu sebuah organisme raksasa. Ia dibangun oleh organisme-organisme kecil.

Setiap organisme itu saling berinteraksi. Saling bertegur-sapa. Saling berucap salam. Tentu saja dengan caranya sendiri.

Mereka juga bisa memberikan respon. Seperti halnya manusia, menarik bibirnya ke bawah, tatkala jempol kakinya diinjak orang. Maka ketika Teluk Jakarta dikotori secara biadab, rintihan-alamnya akan sampai ke Pulau Derawan dan bahkan ke Antartika.

Berita itu akan disampaikan ke seluruh jadat. Dengan cara yang mirip dengan SMS berantai. Teluk Jakarta kirim SMS ke Derawan, dan mungkin juga langsung ke Antartika. Derawan pun melanjutkan ke Raja Ampat, ke Sidoarjo, dan ujung-ujungnya bisa juga sampai ke Antartika. Sehingga seluruh alam raya akan dipenuhi dengan lalu lintas rintihan, “Aduh, aduh, aku dicemari manusia-manusia tak tahu diri!”

Ajaibnya, alam juga mampu melakukan proses pemulihan diri. Seperti kulit manusia yang bisa pulih kembali setelah tertakik pisau belati. Memang, masing-masing alam punya tabiat khas, mirip kulit manusia juga. Ada pemulihan yang sama sekali mulus, nyaris tidak meninggalkan bekas. Ada pula yang meninggalkan luka parut yang luar biasa buruk.

Namun alam raya, sebagaimana ciri setiap makhluk, juga punya ‘batas’ dan fana. Jika lukanya sudah sedemikian parah, maka alam pun bolehjadi akan menyerah. Ia tidak akan bisa memulihkan dirinya. Dan mereka pun bisa…mampus!

Alam sungguh amat ramah kepada manusia. Karena, mungkin saja Tuhan membisikkan mereka untuk hormat kepada manusia.

Ketika manfaat alam mengalir, manusia bisa menghirup udara segar. Mencicipi air sejuh, jernih, dan suci. Mengunyah daun-daunan dengan rasa masam, sepat, atau juga manis. Kadang  ada rasa pahit, namun bisa mengobati penyakit manusia. Biji-bijian bisa dipanen. Mengenyangkan perut yang lapar. Menyehatkan tubuh.

Serat-serat tanaman jadi pakaian. Bahkan perut bumi pun bisa kasih serat agar manusia menurup aurat.

Jadi, sungguh tidak benar jika dibilang: “Mungkin alam telah marah kepada kita.” Karena alam hanya punya satu amanah buat manusia, yaitu memberi manfaat sebesar-besarnya.Jika mereka tak mampu emban amanah, artinya mereka sudah pralaya.

Tak pernah alam marah pada manusia. Apa yang dia bisa? Hanya kasih manfaat rupa-rupa. Juga menangkal bencana.

Cuma kadang-kadang alam itu sudah sedemikian sakitnya. Karena jutaan meter kubik sampah dihampar manusia, misalnya, maka alam tak bisa lagi mengubahnya menjadi kompos. Karena gunung sudah sedemikian gundulnya, maka tak lagi dia bisa kasih air telaga. Karena bumi tak lagi bisa dirembesi air hujan, maka air pun membuncah ke arah segala.

Simak saja soal musim di kita. Hujan jadi bencana banjir. Kemarau jadi bencana kering kerontang.

Alih-alih kita berempati, karena alam tengah sekarat; kita malah bilang, “Itu dia, alam sedang gugat!” [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Opini, Perubahan. Tags: , , , , , , .

MEMBANGUN KOMITMEN BELAJAR GOOD GOVERNANCE KEPADA SOPIR ANGKOT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: