SUARA RAKYAT BUKAN SUARA TUHAN

Maret 30, 2009 at 1:32 am Tinggalkan komentar

Memang hidup tidak pernah sederhana. Tidak pernah hitam-putih. Malah hidup adalah buku besar, yang tidak selalu gampang dibaca. Mirip dengan sebuah pepatah: Kita tak pernah bisa melintasi sungai yang sama. Meski menyeberang pada lintasan yang sama, namun air yang mengalir melintasinya pasti tidaklah sama.

Dalam soal demokrasi, kata-kata “suara rakyat itu suara tuhan”, nyaris tidak ada yang menampiknya. Ia jadi adagium.

Tapi dalam soal gaya perencanaan, ‘suara tuhan’ itu diperdebatkan. Awalnya, perencanaan amat bersandar pada mimpi perencana. Perencana itu lazimnya ada dalam lingkungan pemerintah dan akademisi.

Kedua pelaku ini kerap berkelahi. Pemerintah dibilang terlalu pragmatis, menganggap masyarakat hanya sebuah teknis belaka. Akademisi dibilang berbelit-belit, karena menganggap masyarakat sebagai lubuk misteri tanpa solusi. Apa pun juga, hasil mereka kerap (maaf: kebanyakan) tidak cocok dengan masyarakat.

Kemudian muncul perlawanan. Lazimnya digalang oleh aktivis LSM. Maka muncul sebuah pendekatan partisipatif. Di sini adagium ‘suara rakyat, suara tuhan’ diadaptasi bulat-bulat. Keputusan rakyat hanya ada di tangan rakyat. Suara pihak luar hanyalah sebuah ‘gangguan’ atas proses partisipatif. Namun proses perencanaan ini kerap makan waktu lama. Kadang malah jadi chaostic.

Di antara kedua pendekatan ini, muncullah pendekatan ‘partisipatif seolah-olah’. Tokoh pembawanya adalah pemerintah. Baik secara mandiri maupun dengan menggunakan ‘bendera’ konsultan.

Di sini, partisipasi masyarakat hanya sebuah formalitas. Para ahli menyebutnya sebagai partisipasi manipulatif.

Partisipasi masyarakat hanya diwakili dengan selembar dokumen yang ditanda-tangani ‘wakil rakyat’. Tak penting benar, bagaimana tandatangan itu diperoleh. Tak penting benar bagaimana azas keterwakilannya. Yang penting, pemerintah punya dokumen yang di dalamnya mengalir tinta ‘suara rakyat, suara tuhan’.

Kesan itu, secara amat kuat ditunjukkan oleh seorang pejabat dalam dialog di sebuah televisi swasta, pasca bencana Situ Gintung. Ia disandingkan dengan Kak Seto dan Bens Leo. Dengan gagah, pejabat itu menunjukkan berkas yang telah ditanda-tangani ‘rakyat’ berkaitan dengan revitalisasi Situ Gintung.

Dengan gagah ia tunjukkan, bahwa ‘pemerintah’ tidak lalai. Dengan mengantongi uang 1.5 miliar rupiah, telah mereka tawari rakyat alternatif penggunaan uang itu.  (Tak jelas apa kata rakyat). Tapi uang itu akhirnya digunakan untuk membangun jogging track sekeliling Situ Gintung. Pesan yang ingin disampaikannya: Pemerintah telah meminta pendapat ‘suara tuhan’.

Dengan lebih gagah lagi, ia siap mundur, jika terbukti lalai. Luar biasa!

Yang tidak luar biasa adalah, bahwa partisipasi rakyat itu tidak harus dioperasikan dengan cara ‘manipulatif’. Kaidah “proses pengambilan keputusan dengan informasi yang sempurna” itu berlaku untuk sebuah proses perencanaan pembangunan. Jika masyarakat dinilai belum memiliki informasi yang sempurna, maka para pihak wajib memberikannya. Itulah esensi sebuah pendekatan, yang kini dikenal sebagai proses-proses multi-pihak.

Bencana Situ Gunung benar-benar tidak butuh kambing hitam. Rakyat tak punya waktu untuk bilang pemerintah salah. Rakyat juga tidak butuh melihat pemerintah berkilah. Rakyat hanya ingin melihat pemerintah berempati. Karena itu, dengarlah suara mereka dengan hati. Bukan dengan emosi. 

Lagipula di sini, suara rakyat bukan suara tuhan. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Opini, Perubahan. Tags: , , , , , , , , .

I BELIEVE IN GOOD MOVES MEMBANGUN KOMITMEN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: