I BELIEVE IN GOOD MOVES

Maret 30, 2009 at 1:26 am Tinggalkan komentar

Setiap orang boleh punya sikap beraneka menghadapi bencana. Seperti dulu di Aceh. Dua bulan pasca bencana, orang-orang tua maupun anak-anak terpukul.

Orang-tua yang amat depresi, memandang puing dinding tembok sekolah. Ditulisinya dinding itu dengan kapur besar-besar ‘Allahu Akbar’ (dengan huruf Arab). Di bawahnya ditulis dengan huruf Latin ‘Ya Allah…Kami Bertobat’. Tulisan itu seolah membawa ‘pesan’: “Ya Tuhan, dengarlah doa dan rintihan kami, lihat derita kami, maka mudahkanlah urusan kami.”

Di halaman sekolah, anak-anak kecil berlarian. Bermain bola, dan bermain ban bekas, dengan amat riangnya. Ia jalani hidup dengan tempo dan suasana, yang seolah tidak pernah ada tsunami di sana.

Pelajaran kemanusiaan dapat dipetik juga dari bencana tanah longsor, beberapa bulan lalu, di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Ketika bencana itu tiba, orang-orang meratap. Bahkan ada yang menyelipkan ratapannya di dalam doanya, dengan cara menagih janji Tuhan.

“Ya Allah, bukankah Engkau berjanji tidak akan memberi kami beban yang tidak kuat kami memikulnya?” kata seorang wanita tua. Ia berdoa takjim. Air matanya berjatuhan. Di sampingnya terbujur kaku cucu dan menantunya. Sedangkan anaknya belum juga ketahuan rimbanya.

Di sudut desa, seorang wanita muda duduk mencakung. Didampingi adiknya, perempuan juga, yang terus menghibur membesarkan hati kakaknya.

Sebelah kirinya tampak bekas kampungnya, yang tampak seperti kubangan lumpur raksasa.

Sesekali pandangannya dilayangkan ke arah kanan. Tampak kampung adiknya, yang masih berdiri tegak. Pepohonannya rimbun.

Tiba-tiba dipeluknya adiknya itu. “Kamu beruntung, Dik. Kampungmu tidak dilanda bencana. Kamu harus bersyukur, Dik. Kamu disayang Allah!” katanya pilu, nyaris terdengar sebagai rintihan yang tertahan.

Adiknya, tentu saja, tidak berminat untuk berbantahan soal ‘disayang dan tidak disayang Allah’ itu dikait-kaitkan dengan bencana. Ia hanya bisa membalas dengan pelukan. Dan tetesan air mata yang tidak kalah derasnya. Lidahnya kelu. Tak tahu, kata-kata apa yang tepat untuk menghibur kakaknya.

Beberapa minggu setelah bencana, ajengan setempat memimpin sebuah doa. Sebuah istighosah. Sang ajengan, sebelum memimpin doa, menyampaikan sambutan pendek. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita terima bencana ini sebagai peringatan dari Allah, meski hati berat. Karena itu, mari kita mawas diri. Hal baik apa yang sungguh bisa kita kerjakan, namun kita belum mengerjakannya,” katanya.

Tiba-tiba saya teringat Robert James Fischer, lebih dikenal sebagai Bobby Fischer. Ia mantan juara catur dunia. Mendobrak dominasi pecatur Rusia, dengan merebut gelar dari Boris Spassky. Gelarnya dicopot tahun 1975 karena enggan bertanding melawan Anatoly Karpov. Ia pernah bilang, “I don’t believe in good-luck. I just believe in good moves.”

Yang luar biasa, dua-tiga hari setelah istighosah di Campaka, meski masih terdapat selimut duka di wajah-wajah mereka, masyarakat sudah bisa bicara santai. Mawas diri, seperti yang dianjurkan ajengan.

“Mungkin harus kita hijaukan bukit ini,” kata Kang Karta. “Dan lembah itu kita biarkan buat tempat tumbuhnya semak dan pohon-pohon enau,” Aki Emod menimpali.

Ketika itu, mereka berhenti mempersoalkan nasib baik dan nasib buruk. Mereka mulai memikirkan langkah-langkah baik, yang bisa mereka kerjakan. Luar biasa! [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Inspirasi, Opini, Perubahan. Tags: , , , , , , , , , .

TEMU PENGOLAH DENGAN PENJUAL DI YOGYA SUARA RAKYAT BUKAN SUARA TUHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: