TEMU PENGOLAH DENGAN PENJUAL DI YOGYA

Maret 29, 2009 at 4:07 pm Tinggalkan komentar

Yogyakarta 28 Maret 2009. Puluhan pengolah ikan dan camilan skala rumah tangga bertemu dengan para puluhan penjual oleh-oleh. “Kami hanya memfasilitasi agar pengolah dan penjual oleh-oleh itu bisa mempertemukan kepentingannya,” kata Victor Nikijuluw, Direktur Usaha dan Investasi, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

“Kini, di Indonesia, ikan telah ditetapkan sebagai sumber protein utama,” kata Artati Widiarti, Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, DKP. Jadi sekarang, setiap kali bicara soal ketahanan pangan, maka tercakup soal konsumsi produk-produk perikanan. “Namun peningkatan konsumsi pangan itu harus didorong dengan proses perniagaan hasil-hasil olahan ikan,” katanya.

Pengolah dan penjual berkenalan. Ngobrol peluang bisnis. Saling memberi masukan dalam suasana penuh canda.

Para pengolah membawa contoh produknya. Ditata di atas meja pamer. Keripik lele, keripik belut, ikan asin kering, abon lele, sampai keripik dari rumput laut, dan mangut lele kalengan. Ada juga bacem tempe dan gudeg dalam kaleng!

Para pengolah menyambut gembira acara ini. Karena mereka bisa bertemu langsung dengan para penjual, yang bisa menjadi outlet potensial mereka pada masa yang akan datang. Malah ada juga yang sudah langsung bertransaksi.

Penjual juga merasa memperoleh kemudahan.  Karena, “dengan acara ini, Dinas Perikanan telah memfasilitasi kami untuk bertemu dengan para pemasok,” kata seorang penjual bakpia pathok.

Kritik umum para penjual pada produk yang dihasilkan para pengolah adalah: (i) Kemasan yang ‘kurang menjual’; dan (ii) Tidak mencantumkan ‘tanggal kadaluwarsa’, sehingga penjual tidak bisa memastikan bahwa produknya masih segar. Itu tantangan bagi DKP, Dinas Perikanan, dan lembaga-lembaga di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam forum itu juga muncul pelaku bisnis ‘mediasi’: menghubungkan antara pengolah dengan penjual, Sumiati namanya. Sampai batas tertentu, ia bisa layani penyediaan kemasan yang menarik dan higienis. “Jika penjual ingin memperoleh puluhan jenis produk, atau penjual ingin dihubungkan dengan puluhan outlet,” katanya menantang, “…hubungi saja saya.”

Para-pihak menganggap acara temu bisnis ini amat menjanjikan. “Akan kita adakan pertemuan sejenis di kota-kota besar lainnya,” kata Victor Nikijuluw.

Pertemuan seperti ini akan menjadi awal sebuah lompatan. Kelak semua pihak akan menyaksikan. Bisnis kecil, lagi-lagi, akan menyelematkan negeri ini. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: ACARA. Tags: , , , , , , .

CSR OTORITA ASAHAN DI KABUPATEN ASAHAN I BELIEVE IN GOOD MOVES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: