RINDU PADI BENGAWAN

Maret 25, 2009 at 12:08 pm Tinggalkan komentar

Yang hidup di pedesaan awal 1960-an, akan ingat padi Bengawan. Nasinya pulen dan harum. Meski tidak seharum beras Pandan Wangi ‘asli’, nasi Bengawan termasuk salah satu yang terlezat di negeri ini.

Namun padi ini ‘dimusnahkan’ tahun 1967. Ketika itu, dengan alasan butuh pasokan pangan, pemerintah memaksakan rakyat untuk menanam PB 5. Padi berumur pendek (135-145 hari)  bisa menghasilkan 8 ton gabah kering per hektar.  Beda dengan padi Bengawan, yang berumur 155-160 hari, hanya bisa menghasilkan 6 ton gabah kering.

Petani yang ngotot ingin menanam padi Bengawan, akan menemukan sawahnya musnah dibabat aparat. Dan itu terjadi di setiap tempat.

Kisah lain terjadi di India (dan Pakistan). Rakyatnya secara turun temurun telah membudidayakan padi unggul, mirip padi Bengawan. Padi Basmati namanya. Ada Basmati putih, ada juga yang merah. Mereka pertahankan padi itu sebagai padi unggul nasional hingga sekarang.

Pada September 1997, Rice Tec berhasil mematenkan beras Basmati. Rakyat India bergolak. Aktivis lingkungan di dunia teriak. Pemerintah India berontak. Dikatakannya, bahwa perusahaan dari Teksas itu telah melakukan pencurian plasma nutfah (biopiracy).

Begitu gentingnya urusan ini, sampai mengakibatkan terguncangnya hubungan diplomatik Amerika Serikant dengan India. India (tepatnya dunia) menuding, tidak ada sepotong bukti pun yang mengukuhkan akuan Rice Tec.

Jika urusan itu tidak selesai, maka AS akan terseret pada urusan-urusan perdagangan yang lebih runyam lagi. Maka akhirnya, Kantor Paten AS membatalkan paten Rice Tec itu.

Ini kemenangan besar rakyat India. Mereka berhasil mempertahankan hak atas miliknya sendiri.

Indonesia juga menikmati kemengangan rakyat India itu. Kalau Anda berwisata kuliner ke beberapa resto bernuansa padang pasir, di sana akan dihidangkan sejenis nasi kebuli. Bahan nasinya adalah beras Basmati putih.

Tapi negeri ini, yang salah satu pulaunya, Pulau Jawa, dikenal sebagai Javadwipa (pulau beras), tidak pernah terusik soal beras, seperti terusiknya negeri India terhadap beras Basmati. Tidak peduli benar, apakah yang menumpuk di gudang itu beras Cianjur atau beras Thailand, beras Aek Sibundong atau beras Vietnam. Yang penting para petinggi bisa bilang, “Stok pangan nasional benar-benar aman.” Petinggi negeri juga bersikap lunak ketika para petualang, para free rider, mengedarkan padi Super Toy, yang terbukti super letoy.

Keberhasilan rakyat India untuk mencegah pematenan padi Basmati merupakan kemenangan rakyat India. Kemenangan atas jerih payahnya mempertahankan budaya menanam padi Basmati.

Jujur, rakyat negeri ini merindukan padi Bengawan. Juga, barangkali, padi Bulu dan padi Gede. Jenis-jenis padi yang menimbulkan rasa bangga rakyat ketika menanam dan melahapnya. Jujur, rakyat negeri ini butuh kemenangan, seperti kemenangan rakyat India dengan beras Basmatinya. [Djuhendi Tadjudin].

Entry filed under: Opini. Tags: , , , , .

BISNIS RAKYAT DI MALANG BERANGKAT DARI IMPIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: