KAMPANYE DI KAYUMANIS

Maret 22, 2009 at 10:22 am 4 komentar

Jika ada yang berpikir, bahwa rakyat belum matang berdemokrasi; maka pikiran itu harus segera dihapus dari benak. Kisah masyarakat yang pro-aktif menilai partai di Kampung Kayumanis, Bogor, membuktikannya.

Saya ingat, ketika itu 2004. Walikota Bogor menyelenggarakan forum silaturahmi untuk membuka masa kampanye Pemilu 2004 yang lalu. Semua komponen partai peserta pemilu pun hadir.

Setiap partai berkesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya, meski waktu yang disediakan panitia amatlah pendek. Walikota menutup acara itu dengan himbauan agar setiap partai mampu mengajak pendukungnya untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang bebas aktif dan sekaligus damai. Himbauan itu diterima secara aklamasi oleh para petinggi partai. Semuanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Imam, seorang aktivis sebuah Majelis Taklim di Kampung Kayumanis melakukan aksi ‘kasak-kusuk’. Intinya, mengundang para pemuka partai untuk bicara di dalam forum ‘temu rakyat’ di Kampung Kayumanis.

 Semua pemuka partai berjanji akan mengirimkan wakilnya. Hati Imam berbunga-bunga. Kayumanis akan tercatat sebagai satu-satunya kampung yang mampu menyelenggarakan kampanye lintas partai secara damai. “Itu sangat baik buat pematangan demokrasi,” katanya penuh semangat.

Pada hari H hajatan-politiknya, ternyata hanya satu pemuka partai saja yang hadir. Lainnya tidak hadir, dengan berbagai alasan. Ada yang bilang, harus kampanye di kota Anu. Ada yang bilang sakit perut. Ada yang tidak menjawab SMS. Bahkan ada yang tidak mau mengangkat telepon ketika ditelepon untuk konfirmasi kehadiran.

Setelah menunggu satu jam lebih dari waktu yang ditentukan, namun tidak ada lagi pemuka partai yang hadir, Imam membuka acara itu. “Kampung Kayumanis dengan bangga menyelenggarakan pesta demokrasi yang dewasa. Telah kita undang seluruh pemuka partai peserta pemilu. Namun yang hadir hanya satu wakil partai saja. Namun sesuai dengan yang kita janjikan, hari ini akan dilakukan sebuah dialog politik.”

Sang politisi menyambut ajakan itu dengan amat diplomatik. “Kami sambut ajakan Pak Imam untuk melakukan dialog politik. Namun karena partai lain tidak hadir, maka tidak adil jika saya kemukakan visi dan misi partai saya sendiri,” katanya dengan amat simpatik. “Sekarang mari kita berdialog tentang kehidupan berdemokrasi yang apresiatif, tentang hak-hak warga negara dalam bernegara.”

 Rakyat yang berkumpul menyambut antusias. Dialog poltik pun berjalan lancar dan damai.

Acara tingkat kampung itu menyampaikan sebuah pesan moral. Rakyat kecil sesungguhnya sudah matang berdemokrasi. Justru Partai Politik yang harus belajar kepada mereka. [Djuhendi Tadjudin]

Entry filed under: Inspirasi. Tags: , , , , , .

KAMPANYE DI MAMBORO

4 Komentar Add your own

  • 1. Joko Waluyo  |  Maret 23, 2009 pukul 3:05 am

    Ada yang beda pada pemilu kali ini dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. KPU mulai mengenalkan budaya tulis-menulis, meski baru sekadar nyotreng. Mudah-mudahan pada pemilu yang akan datang, pemilih bisa menuliskan sendiri siapa nama caleg yang dipilihnya, hehehe.

    Balas
    • 2. djuhendi70  |  Maret 23, 2009 pukul 3:46 am

      Menarik juga. Jadi yang mencalonkan diri, bukan cuma yang beruang atau punya silsilah ‘yang bisa dijual’, tapi yang benar-benar diterima konstituennya. Asyik juga.

      Balas
  • 3. Uus Kadarusman  |  Maret 23, 2009 pukul 3:52 am

    Tulisan yang inspiratif. Dapat dipetik pelajaran oleh petinggi partai, para politisi bahwa disamping kursi yang diharapkan, semestinya ada yang lebih relevan, yaitu bagaimana dirinya berlatih menjadi pemimpin yang arif, yang dapat menjadi pengayom, panutan buat rakyat.

    Balas
    • 4. djuhendi70  |  Maret 23, 2009 pukul 4:05 am

      Terimakasih dan Amiiiin.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: